BANTEN YANG KUTAHU

Berbicara tentang Banten seperti tidak ada habisnya ya kawan!, banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang menyimpan banyak cerita, maupun destinasi wisata yang banyak menawarkan pesona keindahan pantainya. Eiiitts.. tahukah kalian, dulu Banten memiliki satu tempat yang bagi saya penuh sejarah dan sangat indah, nanti saya ceritakan yaa!. Sebelum kita mengenal keindahannya, akan lebih baik jika kita mengetahui sejarahnya terlebih dahulu. Kalau kata orang-orang sih tak kenal maka tak sayang, begitu kan kawan?.

        Provinsi Banten adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini letaknya di paling barat Pulau Jawa. Provinsi ini pernah menjadi bagian dari Jawa Barat, yang akhirnya pada tahun 2000 menjadi wilayah pemekaran dengan keputusan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000. Ibukota dari Provinsi ini adalah Kota Serang. Kalian tahu tidak, bahwa Kota Serang menjadi letak adanya kampus yang sangat di minati oleh berbagai lulusan dari tahun ke tahun, dan tentunya melahirkan orang-orang hebat disana. Yap benar sekali!, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

SUKU DI BANTEN

(foto : balaikita.com)

    Suku asli Banten berada di wilayah Banten bagian utara dan Suku Sunda yang berada di wilayah bagian selatan. Ngomongin tentang suku nih, tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan Suku Baduy. Kata ‘Baduy’ ternyata merupakan sebutan yang diberikan oleh peneliti Belanda yang mengacu pada kesamaan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang gemar berpindah-pindah. Ada sesuatu yang menarik dari Suku Baduy ini, untuk pertama kalinya saya melihat hal itu saat masih duduk di Sekolah Dasar, kala itu keseharian saya sepulang sekolah adalah berangkat ke pusat kota Cilegon untuk les. Karena jarak rumah dan tempat les lumayan jauh, maka saya memilih untuk naik angkutan kota berwarna merah atau lebih akrab dengan kata ‘Angkot’. Lalu apa yang menarik dengan Suku Baduy nya?, Nah saat angkot tersebut berhenti atau ‘ngetem’ untuk menunggu penumpang, sering sekali saya melihat orang-orang dari Suku Baduy tersebut duduk diantara ramainya kesibukkan kota. Mereka terlihat tidak beralas kaki, memakai pakaian hitam, memakai ikat kepala biru dengan motif yang khas, juga membawa madu untuk dijual. Bahkan sampai sekarang orang-orang dari Suku Baduy tersebut masih menjual madu ke kota-kota.

    Terdapat 3 lapisan dalam Suku Baduy, yaitu Baduy Dangka, Baduy Luar, dan Baduy Dalam. Baduy Dangka ialah mereka yang sudah tinggal di luar tanah adat dan tidak lagi terikat pada kepercayaan Sunda Wiwitan, juga sudah mengenyam pendidikan dan teknologi. Kemudian orang-orang yang saya lihat sewaktu sekolah dasar ternyata adalah warga Baduy Luar, yaitu mereka yang masih tinggal di dalam tanah adat dan masih menjunjung kepercayaan Sunda Wiwitan. Selanjutnya ada Baduy Dalam yang tinggal di pelosok tanah adat, masih kental akan kepercayaan Sunda Wiwitan, dan tidak mengenyam pendidikan. 

    Guru saya sewaktu Sekolah Dasar pernah bercerita kalau dirinya sering sekali berkunjung ke Baduy. Beliau berkata kalau disana lingkungannya masih asri, bahkan di sana anak-anak kecil sudah membawa golok, namun tidak satupun yang menyalah gunakannya untuk berkelahi. Beliau bilang kalau Baduy Dalam memakai pakaian putih, dan masih ada yang tidak mengenakan pakaian. Saya juga pernah menonton tayangan youtube yang berisi tentang serba-serbi Suku Baduy dan disitu dikatakan bahwa Perempuan Suku Baduy tidak diperbolehkan untuk menikah dengan Pria dari luar Suku Baduy, kalaupun terjadi maka Pria ini harus tinggal di Baduy. Oiya kawan, guru saya juga bilang kalau kita berkunjung kesana ada aturan-aturan yang harus di patuhi, salah satunya adalah tidak boleh membuang sampah sembarangan.

PLTU SURALAYA

(foto rumah PLTU Suralaya sebelum di gusur)

(foto rumah PLTU Suralaya tahun 2004)

    






    


    Setelah mengenal Suku Baduy, mari kita membicarakan tempat yang ingin saya ceritakan di awal tadi. Tempat tersebut terletak dekat dengan pelabuhan Merak dan juga Pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU), tepatnya di Komplek PLTU Suralaya. Mengapa saya bilang bersejarah? Karena Komplek tersebut sudah ada sejak orangtua saya belum menikah bahkan mungkin bertahun-tahun sebelumnya. Di tempat itu orangtua saya bertemu, di tempat itu juga saya menghabiskan masa-masa kecil saya hingga lulus dari sekolah menengah pertama. Saya sangat menyukai lingkungannya, bersih, rapih, banyak pepohonan, ada bukit dan adapula pantainya. Selain itu fasilitas yang disediakan sangatlah lengkap, mulai dari lapangan tennis, lapangan basket, lapangan bola, lapangan voli, peralatan fitnes, sekolah, klinik, masjid, dan yang paling penting adalah pemandangannya yang sangat indah. 

(foto lapangan tennis komplek PLTU Suralaya)

(foto sekolah dasar di komplek PLTU Suralaya)

    





    

    Namun sayangnya, pada tahun 2017 Komplek tersebut di gusur untuk pembangunan PLTU Baru. Padahal, disana terdapat salah satu destinasi wisata Banten yang selalu ramai di kunjungi saat hari-hari libur, yaitu Pantai Kelapa Tujuh. Dari pantai tersebut kita bisa melihat gunung krakatau walaupun hanya sedikit, bahkan dipinggiran lautnya sering sekali di jumpai batu apung yang merupakan sisa dari ledakan gunung krakatau. Nah ada satu Gunung di sana yang kata orang-orang memiliki cerita unik, yaitu Gunung ‘Kahal’. Gunung tersebut diberi nama ‘Kahal’ karena saat ledakan Gunung Krakatau tahun 1883 ada seorang penduduk bernama 'Kahal' yang tinggal diatas Gunung tersebut, kemudian hanya dia yang selamat. Maka warga memberi nama Gunung tersebut Gunung Kahal, bahkan nama daerah di sana memakai kata ‘Kahal’.

(foto pantai kelapa tujuh)

PANTAI DI BANTEN    

    Nah, trus apa ya pesona keindahan pantainya?. Yap benar kawan, Pantai Anyer selalu menjadi tujuan destinasi wisata warga Banten maupun dari Luar Banten. Disebutkan oleh artikel yang pernah saya baca bahwa Pantai Anyer adalah wisata bahari terindah di ujung barat Pulau Jawa. Pantai ini terletak dekat dengan Kota Jakarta, maka tidak di heran jika pantai ini menjadi tempat yang cocok untuk bersantai dan melepas penat. Tidak usah khawatir jika kalian tinggal jauh dari Pantai Anyer, kalian masih bisa loh berkunjung kesini karena disini menawarkan berbagai penginapan yang pastinya banyak sekali. Tidak hanya Pantai Anyer kawan, masih banyak loh Pantai-Pantai di Banten yang tidak kalah indahnya, seperti Pantai Tanjung Lesung, Pantai Ciputih, Pantai Bagedur, Pantai Carita, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bolong, dan Pantai Sawarna.

BANTEN YANG KUDAMBAKAN

    Sebelum saya menulis harapan untuk Banten nih, Saya berharap untuk kalian yang tinggal jauh dari Banten semoga bisa cepat berkunjung ke sini yaa!, Semoga pandemi ini cepat berakhir dan jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Semoga Banten menjadi lebih berkembang dan lebih di kenal wisatawan lokal maupun internasional, dan semoga pabrik-pabrik disini lebih memperhatikan akan polusi yang bisa menyebabkan warga terancam kesehatannya. Oiya, saya pun berharap jalan-jalan yang rusak ataupun kurang layak untuk dikatakan ‘jalan’ bisa cepat di perbaiki, sehingga tidak ada lagi keluhan warga yang terdengar ataupun berita tentang kecelakaan akibat rusaknya jalan. Kalau mengenai pandemi di Banten, Saya hanya berharap Vaksinasi di sini bisa lebih di perbanyak sehingga warga tidak perlu mengantri berjam-jam. Semoga saya, kamu, dan kita semua selalu diberi kesehatan yaa, See you in Banten!


Komentar